Saat
ini kita sering kali melihat berita di televisi tentang penangkapan
artis-artis dan warga masyarakat biasa, baik muda atau tua, ditangkap
Polisi dan BNN karena terjerat kasus narkoba gara-gara menjadi pecandu,
dan jarang mereka disebut “korban penyalahguna narkoba”. Para pecandu
ini ditangkap lalu disidang dan dijebloskan ke dalam penjara. Tapi di
sisi lain kita sering kali mendengar slogan-slogan, bahkan dalam
undang-undang narkotika pun menyebut “Pecandu harus di Rehabilitasi”.
mirisnya kebanyakan mereka jarang mendapatkan hak kesehatannya terkait
masalah kesehatan yang mereka derita selama menjadi konsumen narkoba.
Realita yang sangat bertentangan bukan !
Selama
ini, pemahaman kita -termasuk saya- meyakini bahwa narkoba-lah yang
membuat seseorang menjadi kecanduan, seperti suatu hidangan yang sangat
melezatkan bagi penggunanya, atau seperti kenikmatan surgawi bagi
pengguna, walaupun harganya ratusan ribu bahkan jutaan, dan rasanya pun
tidak semanis buah mangga yang seharga Rp. 10.000-an, narkoba tetap
mereka beli dan konsumsi, tidak peduli ancaman penjara dan dampak buruk
gangguan kesehatan yang akan mereka derita.
Namun,
setelah tanpa sengaja, pada saat saya mempelajari mengenai adiksi, saya
menemukan sebuah video yang berjudul “Addiction” tentang 'Rat Park' (https://youtu.be/C8AHODc6phg).
Lalu saya juga semakin penasaran, pikiran saya semakin terbuka ketika
saya mendengarkan ceramah Johann Hari di Channel Youtube Ted (https://youtu.be/PY9DcIMGxMs),
maklum saya belum sempat mencari bukunya yang berjudul “Chasing the
Scream”. Dari titik inilah saya terhipnotis oleh kampanye “Hentikan
Perang Narkoba”.
Bagaimana
tidak terhipnotis, karena biaya Milyaran rupiah bahkan sampai Trilyunan
digelontorkan oleh Negara hanya untuk berperang melawan narkoba, tapi
hasilnya tetap nihil, malah menambah korban. Tidak banyak memberikan
solusi untuk menyelamatkan para pecandu dari masalah ketidakberdayaannya
melawan kecanduan. Lebih banyak anggapan bahwa pecandu sebagai sampah
masyarakat dan tukang merusuhkan di masyarakat, dicap sebagai biang
kejahatan dari semua kasus kriminal. Sederhananya, tempat mereka adalah
“PENJARA”.
Tidak ! Bukan penjara tempat mereka, tempat mereka harus di masyarakat, mendapat perhatian dari negara dan stakeholder lainnya, juga mendapat kasih sayang dari keluarga dan masyarakat.
Tidak ! Bukan penjara tempat mereka, tempat mereka harus di masyarakat, mendapat perhatian dari negara dan stakeholder lainnya, juga mendapat kasih sayang dari keluarga dan masyarakat.
Lalu apa hubungannya kecanduan narkoba dengan Teori Taman tikus ?
Setelah
saya berselancar selama beberapa minggu, mencari tahu dan berusaha
memahami tentang “Teori Taman Tikus” dari beberapa sumber artikel online
dan ceramah di video youtube, bahwa teori ini merupakan kesimpulan dari
uji coba pemberian obat-obatan yang diberikan kepada tikus eksperimen.
Pada tahun 1960 – 1980 Bruce K. Alexander membuat eksperimen isolasi
terhadap tikus-tikus. Tikus-tikus ini dimasukkan ke dalam kandang sempit
yang mana tikus tersebut tidak dapat melihat tikus yang lain, dan
kadang-kadang tikus mendapat hukuman setrum melalui lantainya. Hasil
dari eksperimen tersebut memperlihatkan tikus depresi. Kandang ini
dinamai Skinner Box untuk tikus, alat ini dirancang sedemian rupa,
terdapat tuas untuk menyuntikkan narkoba dengan dosis yang disesuaikan
bagi tikus. Pada kondisi yang tepat, tikus eksperimen tersebut akan
menginjak tuas tersebut dan dapat mengkonsumsi narkoba sebanyak yang
tikus mau.
Dari
sini Bruce mendapatkan ilham, dia menyadari bahwa sejatinya tikus
adalah mahluk yang sangat bersosialisasi, seksual dan rajin. Namun,
ketika tikus diisolasi, mendapatkan perlakukan yang melecehkan, mendapat
siksaan secara psikologis dan fisik, sama halnya seperti manusia, jika
pengurungan membuat manusia bisa gila; jika didalam pengurungan manusia
diberi obat-obatan yang bisa membekukan pikiran mereka, mereka akan
mengkonsumsinya untuk membekukan pikiran mereka, meskipun manusia
memiliki alternatif pilihan lainnya tidak seperti tikus yang tidak
memiliki pilihan ketika diisolasi didalam Kotak Skinner.
Tidak
berhenti di sini, Bruce K. Alexander bersama rekan-rekannya membuat
eksperimen lainnya. Mereka membuat sebuah isolasi yang lebih besar, di
dalamnya diisi dengan berbagai hal yang disukai oleh tikus seperti
permainan tikus, platform memanjat, tempat bersembunyi, serpihan kayu
untuk berkeliaran, tempat berolah raga, dan dimasukkan banyak tikus dari
kedua jenis kelamin. Tak lama kemudian lahirlah bayi-bayi tikus. Lalu
disebutlah “Taman Tikus”. Di dalam Taman Tikus ini, para peneliti
menyiapkan sejumlah tempat asupan narkoba seperti di Kotak Skinner bagi para penghuni Taman Tikus.
Kemudian
mereka membandingan penelitian tikus yang diisolasi dengan tikus yang
hidup normal di Taman Tikus, hasilnya yaitu konsumsi narkoba lebih
banyak digunakan oleh tikus yang diisolasi, sedangkan tikus yang berada
di Taman Tikus hampir tidak ada yang mengkonsumsinya. Jadi, sangatlah
jelas bahwa percobaan Kotak Skinner tidak membuktikan bahwa Narkoba lah
yang menyebabkan tikus-tikus kecanduan narkoba. Justru sebaliknya,
tikus-tikus yang diisolasi dalam Kotak Skinner cenderung merespon terhadap isolasi itu sendiri sehingga tikus tersebut menginjak tuas untuk mendapatkan narkoba.
Pada
tahun 1980, pendanaan penelitian ini tanpa sebab ditarik, padahal masih
banyak pertanyaan-pertanyaan mengenai penyebab seseorang menjadi
pecandu belum terjawab.
Profesor
Bruce K. Alexander akhirnya meluaskan hasil eksperimennya dihubungkan
dengan antropologi dan sejarah. Bruce menitik beratkan pada sejarah
kolonial Inggris terhadap bangsa-bangsa jajahannya. Bruce melihat bahwa
pribumi yang dijajah kolonial Inggris sebelumnya memiliki permasalahan
serius seperti perang suku, penghianatan, tahanan dan perbudakan, sampai
penyakit epidemik. Tetapi pribumi sedikit memiliki permasalahan
kecanduan. Lalu, kecanduan menjadi masalah, terutama alkohol,
ketika pribumi mendapatkan isolasi sosial dan budaya, ketika penjajah
menghancurkan budaya pribumi dengan memaksakan budaya penjajah Inggris,
tanah-tanah tradisional dirampas, pelecehan, memecah keluarga, dan
melarang belajar penggunaan bahasa pribumi, bahkan melarang praktik
tradisional mereka.
Pendapat
lain tentang kecanduan bukan karena Narkoba adalah, Johann Hari. Narasi
dan pendapatnya berdasarkan teori Taman Tikus. dia membuat pandangan
bahwa pada peperangan Vietnam, banyak prajurit Amerika menggunakan
narkoba pada saat di dalam hutan. Bahkan masyarakat dan keluarga di
Amerika Serikat khawatir negaranya akan dibanjiri pecandu dari kalangan
veteran perang Vietnam, mereka mengira prajurit dan veteran perang akan
menjadi pecandu berat dan menimbulkan banyak masalah sosial. Namun, yang
terjadi malah sebaliknya, semenjak prajurit dipulangkan ke negaranya,
dan selesailah perang dengan Vietnam, justru sebanyak 95 % dari prajurit
yang menggunakan narkoba pada saat perang di Vietnam tiba-tiba berhenti
menggunakan narkoba pada saat pulang kampung ke negaranya.
Dari
narasi tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa para prajurit perang
tersebut mengalami isolasi atas ketakutan dan trauma mental pada saat
peperangan di Vietnam, lalu kemudia ketika mereka pulang kampung, hidup
tenang dan damai, berkumpul dengan keluarga, teman dan orang-orang yang
mereka cintai, penggunaan narkoba berhenti begitu saja.
Dari
Teori Taman Tikus dan Narasi Johann Hari saya berpendapat untuk
menyimpulkan bahwa kecanduan bukan disebabkan narkobanya itu sendiri,
melainkan atas respon seseorang/subjek akibat mengalami isolasi. Menurut
saya pribadi, merasa terisolasi bukan karena dikurung, namun juga
terisolasi dari kehidupannya seseorang/sunjek, yang kurang mampu
beradaptasi terhadap sebuah permasalahan dalam dirinya. Seperti ketika
mereka memiliki trauma pelecehan pada masa kecil, kekerasan seksual,
peperangan, masalah tekanan ekonomi, tekanan pekerjaan, masalah
penghiatan dan lainnya yang menyebabkan mereka depresi, merasa
terpenjara secara psikologis dan sosial bisa jadi itulah penyebab mereka
menjadi pecandu.
Akhir
kata dari saya, Hentikan Perang Narkoba “Stop War on Drugs”. Jangan
penjarakan (secara sosial dan Hukum) para pecandu. Selamatkan mereka
dari ketidakberdayaan melawan kecanduannya.
Sumber :
- https://www.brucekalexander.com/articles-speeches/rat-park/148-addiction-the-view-from-rat-park
- https://www.thewayrecovery.co.za/blog/14-rat-park-addiction-theory
- https://en.wikipedia.org/wiki/Rat_Park
- Addiction (https://youtu.be/C8AHODc6phg).
- Everything you think you know about addiction is wrong | Johann Hari (https://youtu.be/PY9DcIMGxMs)
No comments:
Post a Comment