Kawan, ingatkan aku bila malam
Kau bangunkan aku bila fajar
Hari hari dimana
Aku, kamu dan kita semua bersama,
Berbagi mencari makna diri
Katanya semua kita hanyalah figur–figur tertekan
Yang hidup diantara ketidakpastian
Lewati fase – fase kehidupan dengan biasa
nikmati panas terik matahari, lalui dinginnya malam
Disaat rokok terakhir telah kita bakar
Disaat kopi terakhir telah kita seduh
Disaat lagu terakhir telah kita mainkan
Dan fajarpun menjelang sambut dunia semu
Besok pagi kita mau kemana,
Aku takut sendiri
Meskipun aku coba, coba, coba
Kembali tetap sama
Aku adalah semut yang tak biasa ditinggalkan kawanannya
Yang satu untuk semua dan segalanya untuk kita
Sekarang semua tinggal kenangan
Aku tak bisa menghentikan sebuah harapan
Itu jalanmu, raihlah inginmu, temukan artinya
Ingin aku mengulangi dan merasakan lagi
Dewasa seperti ini bukan yang aku mau

No comments:
Post a Comment